pornografi

Assalamu`alaikum wr. wb.

Baru2 ini mulai gencar lagi diberitakan diberbagai media tentang pengeblokan terhadap website yg berbau pornografi. tapi… apakah itu bsa 100% mengurangi akan peredaran pornografi yg smakin lama smakin merusak moral bangsa kita ini?

terus terang aku salut sama program pemerintah yg berusaha buat mengeblok dan menghentikan perkembangbiakan pornografi, tapi sangat d sayangkan… hal2 yg berhubungan dan menunjang kembalinya pornografi tdk ikut d blok. apa aja hal2 tsb?

—-pornoaksi
ini sangat berkaitan dengan pornografi.bahkan bisa menjadi sebab dan bisa menjadi akibat. coz dengan adanya pornoaksi memicu adanya pornografi begitu juga sebalikna bukan. contoh…tapi maaf neh pada yg suka dangdut, boleh2 aja neh buat suka dangdut, tapi yo napa mesti ngumbar aurat, contoh dong pnyanyi dangdut kaya cici paramida n ike nurjanah mereka pnyanyi dangdut yg ngetop, tapi g suka pamer pant**. dan mereke lbih terlihat anggun dengan pakaian yg tertutup. Tapi emang udah dasarnya ato karna kesurupan, mreka suka cari tameng buat nutupin pornoaksi mreka, yg HAM-lah, yg ini lah, yg itu lah, malah ada yg bilang “ini gaya gue”..

trus gimana buat nyegah pornoaksi bgituan?apa musti d tangkep atu2 tu orang? kek nya emang perlu deh.. hehehehe

—film dan sinetron
eitss. jangan protes dulu. mungkin emang ini kliatan g pengaruh sama yg namanya pornografi apalagi pornoaksi.tapi dari hal yg kliatan sepele seperti ini bisa loh… bikin hal2 itu bisa terjadi. apalagi program acara yg ada di stasiun televisi kita saat ini sebagian besar merupakan sinetron ( iklan g di itung ya.. hehehe ) yang ironisnya bukan hanya d tonton oleh orang dewasa saja, melainkan anak2. apa itu merupakan acara yg cocok d tonton oleh anak-anak? tentunya sangat tidak layak dtonton oleh anak2. karena akan menjadikan mereka cengeng dan dewasa tdk pada waktunya.sungguh… mau jadi apa bangsa kita kelak.. apa hanya akan menjadi budak2 cinta yg sering di gembar gemborkan sinetron dan film di tanah air kita ini. bolehlah acara sinetron itu ada. tapi lihatlah kapasitas tayang dan waktu penayangannya.jangan hanya seputar cinta dan harta…bisa d contoh tuh… kek sinetron “KELUARGA CEMARA” bukankan itu sinetron yg top, tapi punya nilai2 yg luhur.ato kalo gak ada acara kuis yg dapat mengasah otak dan kecerdasan pemirsana.
pls dong…pihak penyelenggara acara jangan cman nyari untung gede dengan menampilkan cuman acara yg laku jual, tpi g pnya nilai edukasi..mreka bertanggung jawab atas sbagian bsar pornografi d muka bumi ini… ( sukur deh.. aku cap kek gtu )

sebenernya msh bnyk bgt yg bikin akhlak kita ini turun..ak cman sebutin 2 aja dolo.. biar g kbanyakan.. coz klo d sebutin smua.. pasti g nyukup deh…( alesan :D ) bgitu berkobar api d dadaku ini sampai2 aku capek… heheheh dah dolo neh posting.. kapan2 d lanjut lagi..klo lo pnya pikiran yg sama.. mari kita bjuang bwat anak bangsa.. bwat adik2 kita.. buat sodara2 kita.. buat kita… buat mereka semua.. agar terhindar akhlak yg hina..
“Smoga Allah SWT menjauhkan kita semua dari akhlak rendah dan hina.. Amin…ya robbal`alamin…”

Wassalam..

Surat Cinta <--- ambil makna d kisah ini y

Surat Cinta
*** **
Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-
alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitive serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang.
Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya
kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
"Mengapa?", tanya suami saya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab saya.
Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal
tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak
dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan
darinya?
Dan akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?"
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya
punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam
perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya :
"Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung.
Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.
Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"
Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."
Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan
selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas
yang berisi susu hangat yang bertuliskan ……
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi
ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.
Saya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baik kamu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."
"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’.
Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah
atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."
"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."
"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."
"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di
tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir.
"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.
"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya.

Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."
"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan
mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu
bahagia."
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsurhilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga". _